Wednesday, 8 February 2012

7 SUNNAH harian NABI MUHAMMAD SAW :


✿ܓ Tahajjud
✿ܓ Membaca Al-Quran
✿ܓ Solat berjemaah di masjid
✿ܓ Solat Dhuha
✿ܓ Amalan sedekah
✿ܓ Menjaga wudhu'
✿ܓ Sentiasa Istighfar

>>>DUNIA ini JIHAD..KEMATIAN itulah ISTIREHAT..(◕‿◕)


Daun Kecil Itu


Aku hanyalah daun biasa. Aku sama seperti daun-daun lainnya. Aku adalah daun dari pohon ini. Pohon linden yang indah ini. Aku berada di hujung ranting yang sangat rapuh, tetapi itu bukan masalah bagiku. Di sini aku bebas memandang awan yang menari di atas ku, juga bebas menonton tarian rumput di bawahku. Ini adalah tempat yang sangat sempurna. Ini adalah tempatku.

Aku tidaklah luar biasa. Aku juga seperti daun-daun lainnya yang turut menghuni pohon ini. Tetapi, hanya aku satu-satunya daun di pohon ini yang menikmati kehidupan singkatku. Tetap bergembira walaupun pada bila-bila masa aku boleh diragut daripada mengecapi kebahagiaanku di sini. 


Daun-daun di sekitarku terus menerus memikirkan bila angin kencang akan bertiup dan menyingkirkan mereka dari pohon yang sangat nyaman ini. Mereka semua takut hal itu akan terjadi. Tetapi aku, aku tak peduli bila hidupku akan berakhir, kerana bagiku hidup daun tidak hanya sewaktu ia masih berada di pohon.

Suatu hari seseorang duduk di bawah pohon ini. Ia mengulurkan tangannya ke arahku dan memetikku lalu ia berkata :


“Maafkan aku daun, kerana aku telah merenggutmu dari pohon yang sangat kau cintai ini,” dan ia pergi meninggalkanku terbaring di atas tanah di sekitar rumput-rumput ini. 



Aku tidak peduli, ia mengatakan aku mencintai pohon? Tidak juga, selama ini aku memang selalu bersama pohon, aku memang menyayangi pohon tetapi kehilangannya tidak begitu mempengaruhiku. Dari sini aku tetap boleh melihat pohon.
Tidak lama kemudian angin bertiup dan mengajakku menari-nari bersama rumput. Rasanya sangat menyenangkan, lalu rumput berkata, “Menyenangkan bukan? Angin memang selalu menyenangkan, kami selalu menunggu kedatangannya. Kau pasti akan mencintainya.” 
Saat angin berhenti bertiup, aku merenungkan kata-kata rumput itu. Kurasa tidak. Aku memang menyukai angin yang sangat menyenangkan itu tapi aku sama sekali tidak mencintainya.

Angin telah membawaku ke padang rumput yang sangat luas. Dari sini aku boleh memandang awan yang sangat tinggi di atas sana. 

Berhari-hari aku berada di sini. Mungkin kehidupanku akan segera berakhir. Tetapi tidak ada masalah, aku sangat menikmati hidupku yang sangat singkat ini. Kini aku hampir hancur dan akan segera menyatu bersama tanah. Cacing yang berada berhampiranku berkata :
  
“Kau pasti sangat mencintai tanah. Kau rela meninggalkan pohon yang memberikanmu kehidupan dan berpisah dengan angin yang memberimu kebahagian untuk menyatu dengan tanah.”

Aku kembali merenungkan kata-kata cacing itu. Tidak, aku menyatu bersama tanah bukan kerana aku mencintai tanah.

Aku meninggalkan pohon yang memberikanku kehidupan. Aku meninggalkan angin yang memberikanku kebahagiaan. Dan kini aku bersama tanah. Tanah yang memberikan kehidupan bagi pohon.

Dari sini aku dan tanah dapat memandang awan yang sangat indah. Lalu aku memikirkan mengapa aku berada di sini? Lama aku mencari jawapannya tetapi tidak pernah kutemukan alasan yang tepat.

Satu-satunya alasan aku berada di sini adalah untuk memandangi awan. Awan terasa begitu dekat dari sini, tetapi tetap terlalu jauh untuk ku gapai. Apakah aku berada di sini hanya untuk memandang awan yang tak mungkin kugapai?

Itu alasan yang mampu kufikirkan di saat ini.. Tetapi aku tidak mampu memikirkan lebih jauh daripada itu.. kerana aku hanyalah sehelai daun yang dijadikan oleh Penciptaku.. Aku tidak diberi akal untuk berfikir.. Tetapi Penciptaku tidak pernah menjadikan aku sesuatu yang sia-sia..

Apa yang aku perlu lakukan.. sentiasa bersyukur dengan apa yang telah ditetapkan oleh-Nya di sepanjang kehidupanku.. Aku yakin dengan perancangan-Nya.. Aku teramat yakin.. sebab itu aku sentiasa bahagia dan menikmati saat-saat kehidupanku..


Moral : Hidup ini bukan sia-sia.. Setiap apa yang kita lalui.. merupakan yang terbaik untuk kita.. Fikirkan kebaikan.. jangan rumitkan fikiran dengan sifat ketakutan.. Selagi kita tidak melalui sesuatu keadaan.. kita tidak pernah tahu keadaan itu sesuai untuk kita atau tidak.. membahagiakan untuk kita atau tidak..

 Allah tidak menjadikan sesuatu itu sia-sia.. Daun.. sewaktu kecil..muda remaja.. merekalah yang membekalkan Oksigen kepada kita.. Setelah mati menghuni tanah.. mereka jugalah yang menyuburkan tanah untuk kegunaan kita.. menjadi baja kepada tumbuhan lainnya yang tidak lain tidak bukan.. juga untuk kemudahan kita selaku manusia..

Tuesday, 7 February 2012

Santapan Akal


♥¸.•*´¯)♥¸.•*´¯)¸.•*´¯)♥¸.•*´¯) kali pertama bumi ini diciptakan,katanya bumi ini selalu bergoyang,bergoncang dan tidak berputar dengan stabil malah tidak berputar pada paksinya.perkara ini merungsingkan para malaikat lalu para malaikat menghadap Allah SWT "Wahai Rabb Yang Maha Mengetahui,mengapa bumi ini bergoyang??"Tanya para malaikat. "kerana belum dipaku."jawab Allah singkat "lalu, bagaimana Engkau memaku bumi Wahai Rabb??"tanya para malaikat lagi "aku akan menciptakan gunung-ganang",jawab Allah. setelah itu,Allah terus menciptakan gunung ganang di berbagai belahan bumi.apa yang terjadi adalah sememangnya benar setelah diciptakannya gunung-ganang,bumi pun diam kemudian berputar sesuai paksinya.maka gunung pun dikenali sebagai paku bumi yang diciptakan Allah SWT. paku merupakan benda keras yang dibuat dari besi.setelah Allah menciptakan paku bumi iaitu gunung-ganang,kemudian para malaikat bertanya lagi "Ya Rabb,adakah yang lebih kuat dari paku? "ada!"jawab Allah."iaitu api,yang panasnya dapat melelehkan besi." "adakah yang lebih kuat dari api,Ya Rabb?''tanya malaikat lagi. ada!"yakni air yang dapat memadamkan api."jawab Allah lagi. "jadi Ya Rabb,adakah yang lebih kuat selain air?"sambung malaikat. ada!''iaitu angin,yang kerananya dapat mem bawa air ke mana pun ia menghembus"jawab Allah lagi. "Tapi Ya Rabb,adakah yang lebih kuat dari semua itu(gunung,api,air,angin)?"malaikat bertanya lagi Ada!"iaitu nafas hambaKU yang berdoa kepadaKU.Kerana sesungguhnya DOA itu mampu mengubah takdirKU" demikianlah Allah SWT menjelaskan . (HADIS QUDSI)

Erti Sehelai Daun


Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.

Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi.
Hari berganti hari,daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat
lagi seperti dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya : Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup.
Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.
Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati.

Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka.
Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang.
Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita, Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya. Tuhan memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina. Ingatlah rencana Tuhan itu ajaib dan tidak pandang bulu terhadap semua hambanya

Monday, 6 February 2012

Anai-anai Kecil Yang Tahu Kesucian Ayat Al-Quran


Subhanallah.........

Kejadian ini berlaku di dalam rumah seorang muslim yang bernama En. Md Farooq penduduk Tappachabutra, Hyderabad. Al-quran yang beserta dengan terjemahan dalam bahasa Urdu yang telah berusia 100 tahun ini telah dimakan oleh anai-anai. 

Apa yang ajaibnya anai-anai ini memakan semua termasuk terjemahannya tetapi tiada satu pun ayat Al-quran dalam bahasa Arab yang dimakan oleh anai-anai tersebut. Ini menunjukkan serangga lebih mengerti kesucian ayat suci Al-Quran daripada manusia yang membuang ayat Al-Quran di dalam stor tanpa faedah. Hebatnya SWT! 

Carilah hatimu sewaktu membaca al-Quran


((¯`♥´¯))✿ •°*”˜˜”*°•. ƸӜƷ✿ •°*”˜˜”*°•. ƸӜƷ✿ •°*”˜˜”*°•. ƸӜƷ
. `*.¸.*´ "Carilah hatimu sewaktu membaca al-Quran.
Jika tidak kau temui, carilah hatimu ketika mengerjakan solat.
Jika tidak ditemui, carilah hatimu ketika duduk bertafakur mengingati mati.
Jika kau tidak temui juga, berdoalah kepada Allah, pinta hati yang baru."

Hijau itu Segar


Dalam bilik bedah seringkali kelihatan doktor memakai baju hijau semasa bertugas.

Pada mulanya doktor dikatakan memakai warna putih kerana ia warna yang melambangkan kebersihan.

Bagaimanapun, seorang doktor yang berpengaruh telah menggantikan warna putih dengan warna hijau kerana menurutnya warna hijau lebih sejuk. 

Walaupun sukar dipastikan mengapa warna hijau menjadi popular, hijau memang sesuai bagi doktor untuk melihat lebih baik di ruang pembedahan, kerana hijau adalah warna berlawanan dengan warna merah. Warna hijau dapat menyegarkan mata ahli bedah semasa melihat benda-benda yang berwarna merah termasuk organ-organ tubuh yang berlumuran darah ketika pembedahan. 

Melihat warna merah terus menerus menyebabkan signal warna merah di otak memundar sensitiviti terhadap variasi warna merah. Alasan lainnya adalah, terus menerus berfokus pada warna merah akan menyebabkan pakar bedah kurang memberi tumpuan dan mengganggu penglihatan doktor. Jika warna baju pakar bedah berwarna hijau, ilusi ini akan memundar dan tidak akan mengganggu penglihatan doktor.

Dipetik dari estidotmy


Sunday, 5 February 2012

Ujian Allah Itu Indah


Masihkah kita ingat?


Sewaktu kita bergelar kanak-kanak.


Kita mengamuk apabila barang mainan yang dihajati tidak kita miliki..


Kita rasa.. itulah suatu yang paling menyakitkan seumur hidup kita..



Sewaktu kita bergelar seorang pelajar..


Failed exam itu paling memeritkan..

Lebih-lebih lagi setelah kita berusaha bersungguh-sungguh..



Kita rasa.. lebih baik x belajar andai resultnya seperti ini..



Tiada yang paling perit dan pedih bagi seorang remaja

Apabila cinta yang didamba gagal tuk dimiliki.. 

Apalah gunanya hidup apabila tiada insan dicintai di sisi..



Relaku mati daripada hidup sendiri..



Tiada nilai seorang graduan

tanpa kerja yang membanggakan..



Apalah guna belajar setinggi langit jika tidak mampu bergaji lumayan..



Apalah erti hidup andai tiada suami/ isteri di sisi..

Sakitnya hati tiada peneman di kala sunyi..

Penghibur di kala sepi..

Bagaikan di penjara ku sendiri..


Inilah manusia..

Seringkali mengeluh..

Sedangkan kegagalan dan kejayaan merupakan rencah kehidupan..

Kita tidak pernah bersyukur dengan apa yang kita ada..

Dengan apa yang kita dapat..

Apa yang kita lihat hanyalah kegagalan..

Kejayaan tidak pernah kita syukuri..


Kita tidak mampu mengelak..

Apatah lagi melarikan diri..

Kerana.. tanpa ujian kita tidak akan berjaya melalui step kehidupan 

seterusnya sebagai orang yang berjaya..
Tiada kejayaan tanpa kegagalan..

Tiada kemanisan tanpa kepahitan..
Marilah kita belajar untuk melalui semua step kehidupan kita tanpa 

berkeluh resah..

Lalui dugaan dan rintangan dengan hati yang tabah..